Laman

Sabtu, 21 April 2012

‘Perbankan Syariah Atasi Krisis Infrastruktur Australia’

dakwatuna.com – Sydney. Perbankan syariah diklaim dapat membantu pemerintah Australia dalam mengatasi kekurangan pendanaan infrastruktur. Perbankan syariah merupakan solusi terbaik bagi pemerintah Australia daripada menaikkan pajak yang menyulitkan masyarakat.
Kepala perusahaan keuangan syariah pertama di Australia, Talal Yassine, mengatakan beberapa perubahan dapat dilakukan pemerintah Australia untuk mengembangkan perbankan syariah di negeri kangguru tersebut. Sayangnya ledakan potensi investasi di Australia terhalang oleh hambatan-hambatan aturan pemerintah Australia.
“Industri keuangan syariah bernilai setidaknya satu triliun dolar dan setiap tahun tumbuh secara signifikan,” ujarnya, seperti dilansir laman ABC Radio Australia, Jumat (20/4). Apabila pemerintah Australia bicara sepotong kecil dari jumlah tersebut, artinya mereka sedang membicarakan miliaran dolar.
Terkait keragu-raguan masyarakat Australia terhadap perbankan syariah, Yassine mengatakan pihaknya bukan membawa hukum syariah ke Australia. Apa yang dibawanya adalah perbankan yang sesuai syariah Islam. Perbankan syariah menganut sistem joint venture dan bagi hasil. Perbankan ini tidak mengenal hutang dan investasinya luar biasa.
Untuk itu peraturan Australia harus diubah untuk mengakomodasi kebutuhan investor Muslim yang ingin berinvestasi sesuai dengan syariah. Misalnya saja penggunaan bunga yang masih dipakai dalam sistem perbankan di Australia. Pemerintah bisa saja merancang pengecualian . Hal ini, kata dia, sudah dilakukan di beberapa negara barat seperti Inggris dan Amerika Serikat. (Hafidz Muftisany/Friska Yolandha/RoL)

Info: 0853 1232 7515 dan 0881 808 6675(mobile) 021 8845563